Posts

Bahagia (2)

"Percayalah, kebahagiaan yang direnggut dari kebahagiaan orang lain tidak akan bertahan lama." Paman Bunta, pada suatu masa. Kamu tahu maksudku, kan?  Jadi begini, supaya kamu punya suatu persamaan, coba perhatikan ilustrasi berikut. Seorang berwajah bagus, ingin punya mata yang lebih bagus. Suatu hari ia melihat seorang berwajah buruk tapi punya mata yang bagus. Kemudian seorang berwajah bagus tiba-tiba saja merebut satu-satunya hal yang bagus di wajah seorang yang buruk. Memang, ini sebenarnya tidak bisa di bandingkan. Bagus dan buruk keduanya relatif. Aku cuma menceritakan dari sudut pandang keduanya. Apa kamu bertanya padaku mata siapa yang lebih bagus? Hmm. Aku pikir tidak keduanya. Tapi.. Hey, lihatlah dari sudut pandang mereka. Anggap saja kondisinya seperti yang mereka sampaikan. Kita lanjutkan, ya! Kemudian mereka salit rebut mata itu, mata dari seorang berwajah buruk. Seorang berwajah bagus cuma ingin mengambil mata itu, ia ingin punya. Tidak bu...

Tentang Hubungan

Bukan hanya tentang perasaan. Tapi juga logika dan keseriusan. Aku cuma ingin tidak membuang-buang waktu di usia yang sudah pantas mencari pasangan hidup. Kita sudah cukup saling mengenal. Memang tidak bisa dibandingkan dengan lamanya hubungan mu dengan mantan pacar. Tapi ini sudah cukup. Katakan iya kalau memang iya, dan tidak kalau memang kamu belum yakin. Aku pasti tidak akan mengganggu lagi. Aku suka dengan orang-orang yang bisa mengambil keputusan dengan cepat. Tentu keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan dan kesiapan menjalani konsekuensi. Bukankah hidup memang harus terus bergerak untuk tetap seimbang? Ketakukan untuk melangkah nyatanya hanya sebuah ilusi pikiran. Begitu kita melangkah dan terus berjalan, semua juga akan terlewati dan tidak seberbahaya yang kita pikirkan. Sudahlah, kalau memang mau, bilang orangtuamu. Orangtuaku biar jadi urusanku. Kalau kamu masih ragu, kamu bisa tanyakan lagi padaku. Kita kan juga harus mencocokkan goals kita masing-masing. ...

Mendung

Terlalu banyak emosi disini, tepat di atas kerongkongan. Aku mengandai andai terlalu banyak untuk meredakan kekesalan ini. Terlalu banyak. Aku muak. Sudah! Kamu tau, aku sudah menggunakan berbagai cara. Tetap saja, tidak ada yang berhasil. Apa?? Kamu meremehkan ku? Aku pikir kamu yang paling tau kemampuanku. Hah, aku malas berdebat denganmu hari ini. Masalahku sudah terlalu banyak untuk ku urusi. Cuaca juga sedang tidak bagus. Aku tidak menyalahkan mendung atau hujan. Hanya kesal saja. Biasanya aku bisa berlama-lama menunggui hujan dan memikirkan banyak hal sedih atau menyenangkan. Tapi kali ini, hanya kesal. Aku kesal karena kesal terus menerus. Hei, ayolah. Bukankah kamu terlalu banyak bicara pada seorang yang sedang mengomel. Ini tidak asik. Aku pulang dulu sajalah.

Tahun Baru (Implicit)

'Till now, i still don't know the one will be my forever. All i know, as long as i'm with you, if you are the one i'm going to be with, it seems not a bad idea. ------ From this line, all i can do is praying. I hope the thing will goes right then. Ameen.

Surat untuk Pak RT

It's been a year, huh? From that day, we starting know each other.. I'm thankful for knowing you in my live. You're such a favorite person i've ever met with a unique way. I like the way we spent our late night conversation about anything. I like the way you tell me how your day went. I like sleep in your arms. I like woke up to your cheek kisses and your gemes  hug like you wanna ate my whole body. I like lying on your lap when you read funny stories on your phone and then we laugh together. I like playing with your hair. I like wearing your cloth. I like did bubble bath together. I like listen you singging with attractive dance. I like the part you listening my worried about the unclear thing, and i really appreciate when you agree to discuss our problem--mostly mine--rather than avoid it or make it looks like not important thing. I like how you made me feel flusterred and embrassed when you compliments me, and vice versa. I hate all of the day when you leave me...

Bahagia (1)

Aku masih tidak mengerti, kenapa banyak orang ingin hidup bahagia, bahkan menjadikan itu sebagai tujuan hidup. #livegoals . Hm. Sebentar, aku bukan bermaksud nyinyir . Aku cuma tidak habis pikir. Setiap detik yang kamu lewati, kamu selalu punya pilihan untuk bahagia atau tidak. Maksudku bukan seperti sepanjang hidup kamu harus bahagia tanpa kesediahan, kesengsaraan, kekecewaan, kepedihan, kegelisahan, kesepian, kelesuan, kemarahan, dan apapaun yang kamu anggap lawan dari bahagia. Bahagia dan tidak bahagia itu sama saja, pada akhirnya akan masuk kotak yang sama bernama ingatan.

Jamu itu pahit, tapi buat apa kalau tidak berkhasiat?

"The art of knowing is knowing what to ignore." Rumi. Beberapa orang datang dan pergi dalam hidupmu. Beberapa lagi memberi makna, entah baik atau buruk. Beberapa darinya sulit kamu lupakan. Sebagian kecil itu, tidak akan pernah bisa kamu lupakan--meskipun keriput di wajahmu hilang dengan suntik botoks. Kamu sama sekali tidak pernah berharap kenal dengan dia, tapi dia tetap datang, lalu menawarimu berbagai jamu berkhasiat, pahit tapi manjur. (Hei, pernah terpikir seseorang overdosis jamu? Saat dia minum itu, tiba-tiba mulutnya berbusa, kejang-kejang, lalu pingsan. Ah, membayangkannya saja sudah memuakkan. Kenapa juga harus jamu? Rasanya cuma pahit belaka.) Lalu dia pergi, meninggalkan dengan harapan akan khasiat yang macam-macam. Kamu tahu mana yang harus kamu abaikan. Mereka yang datang cuma untuk pergi, ada baiknya kamu abaikan dari awal. Antrian masalahmu sudah cukup banyak untuk kamu selesaikan. Kamu nggak capek ada di siklus yang sama? Sudahlah, kamu sudah cukup ...