Raja di Sarang Laba-laba (1)

"Apa yang harus aku lakukan untuk menghancurkannya? Bagaimana cara membuat dia takut Tuhan?"
Pikiran-pikiran semacam itu terus berputar di otak ku. Sudah setengah galon aku meminum air berlogo tetes air warna biru malam ini. Panas. Keringat membanjiri lantai. Aku sudah tak pakai baju dari tadi. Kipas angin 12 inch berdecit-decit tiap kali kepalanya berputar. Memang apa yang mau aku harapkan dari kipas angin rongsok peninggalan penghuni lama kosan tua ini. Aku ingat, model kipas ini persis yang sda di kamar mbah Buyut dulu. Persis. Bagaimana aku bisa lupa, kipas yang sempat di lemparkan ke tubuh Bapak yang berdiri di pintu kamar mbah Buyut. Aku tak tahu pasti apa penyebabnya kipas sebesar 12 inch itu bisa di layangkan begitu saja saat aku tengah makan siang di depan televisi. Entahlah, usiaku baru 8 tahun saat itu, dan aku tipe anak yang tidak peduli urusan apapun selain lauk makan siang yang tidak cocok dengan ku. Aku juga tidak berniat mencari tau masalah-masalah lama. Aku terlalu sibuk memikirkan masalahku sendiri. Sudah 5 tahun sejak aku memutuskan pergi dari rumah. Dan sekarang, aku ingin pulang.

Aku baru saja menusukkan pisau souvenir pernikahan tadi siang ke perut orang yang memberiku masalah setidaknya 5 tahun ini. Aku sudah tidak tau lagi bagaimana cara menghancurkannya. Dia tidak juga mati dan dia terus saja mengumpat apa saja pada ku. "Aku pasti pernah kau guna-guna hingga mati-matian membawa mu tinggal denganku." Begitu katanya setelah ku tusuk perut bagian bawah kanan tubuhnya. Aku ingin sekali membakarnya, tapi otakku berkata aku butuh minyak tanah atau bensin, dan keduanya tak ada di kontrakan 4x10 meter ini. Aku membiarkannya lolos sore tadi. Sekarang pukul 2 pagi, aku masih berusaha menghabiskan air di galon; kalau bisa besok aku mau beli persediaan minyak atau bensin pakai galon itu.

Bersambung.

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Pasang Behel di Family Dental Cosmetic (FDC) Part III - Rotgen Gigi dan Pemasangan Braces

Pengalaman Pasang Behel di FDC Part IV: Akhirnya Cabut Gigi!

Pengalaman Pasang Behel di Family Dental Cosmetic (FDC) Part II - Konsultasi Awal