Pengalaman Pasang Behel di Family Dental Cosmetic (FDC) Part II - Konsultasi Awal
Postingan ini adalah lanjutan dari Part I yang, duh Gusti, udah setahun lalu. HAHAHAHAHA. Banyak yang komentar dan tak ada satupun yang ku balas. Yaaaa maaaaaappppp!! Jan ngambek gitu dong :D. Kemudian banyak yang chat di instagram (Yang ini di bales kok, Insyaallah tapi. Ehehehe).
Nah, jadi gini. Ini draft sebenernya udah ada dari setahun lalu juga. Udah males ngedit-ngedit. Beberapa juga ada yang lupa. Seingetku aja yah, ndak papa kan??!! Yak, sip! Baca yang teliliti gaes.
*****
*harga-harga dibawah ini sudah mengalami perubahan sejak Januari 2018. Dan postingan ini di post baru Juli 2018. ehe ehe hee.
Ditulisan kali ini aku mau berbagi pengalaman datang kesana untuk konsultasi awal, sebelum akhirnyamasuk ke dunia pesakitan gigi memutuskan jadi melanjutkan proses pemasangan behel dan mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan itu. Seperti aku udah ingetin di awal, postingannya bakal panjang dan bertele-tele. Kamu bisa langsung pilih baca ke bagian mana saja yang kamu butuhkan. Selamat membaca..
Nah, jadi gini. Ini draft sebenernya udah ada dari setahun lalu juga. Udah males ngedit-ngedit. Beberapa juga ada yang lupa. Seingetku aja yah, ndak papa kan??!! Yak, sip! Baca yang teliliti gaes.
*****
*harga-harga dibawah ini sudah mengalami perubahan sejak Januari 2018. Dan postingan ini di post baru Juli 2018. ehe ehe hee.
Ditulisan kali ini aku mau berbagi pengalaman datang kesana untuk konsultasi awal, sebelum akhirnya
4. Datang ke Klinik FDC
Dipostingan sebelumnya, aku sudah memutuskan untuk memilih klinik ini dengan banyak pertimbangan khususnya karena banyaknya promo yang ditawarkan.
Jum'at, 2 Juni 2017, jam 12.00, sesuai reservasi dengan admin, aku dateng ke klinik FDC cab. Pondok Aren, sendirian tak ada yang menemani, bertemu dengan drg. intan.
![]() |
| Pintu masuknya nyempil di samping ruko Beau. Kliniknya sendiri ada diatas. Agak kaget pas dateng karena keliatan kecil, benar-benar pas sepintu. |
Cerita menariknya adalah, dateng kesana naik gojek, dateng dari arah swalayan Harmoni. Pas si abang gojek bilang udah nyampe, aku langsung turun dong, clingak-clinguk nyari ruko FDC ini. Soalnya sebelah ada papan nama FDC gede, di pinggir jalan, tapi yang keliatan Beau. Pas masih nyari-nyari, abang gojeknya teriak-teriak,
"Neng! Neng! Ini!", sambil angkat-angkat tangan. Aku yang tak paham maksudnya, nyamperin si Abang lagi.
"Ada apa, Bang?"
"Ini!" sambil nunjuk ruko sebelah kanan. Aku yang masih kelimpungan nyari tempat FDC, gagal paham sama maksud si Abang. Lalu mengulang pernyataan yang sama.
"Kenapa, Bang?"
"Ini tokonya. Katanya mau ke toko gigi".
Oke. Paham sekarang. Jadi, posisinya di samping ruko ini (lihat tembok kuning pembatas sebelah kanan), ada rukonya tukang gigi. Plangya gede juga. Makanya abang gojek nurunin aku depan pas ruko tukang gigi itu. Di map sih udah ada tulisan Klinik Gigi Family Dental Cosmetic, pas mau naik juga abangnya nanya mau kemana, terus jawab mau ke klinik gigi. Jadi yang dia bayangin adalah toko gigi, dimana itu adalah tempat dari tukang gigi.
Hm. Ngeri aja, sih. Sekarang kan banyak banget praktek tukang gigi yang katanya bisa mengatasi berbagai permasalahan gigi, dari tambal sampai pasang behel. Tentunya dengan harga yang jauh lebih murah. Dan sepertinya masyarakat kita banyak yang mempercayakan masalah kesehatan giginya dengan para tukang gigi. Mungkin termasuk abang gojek ini.
Setelah menjelaskan kalo aku mau ke klinik gigi sebelah, dan pamitan sama abang gojek, aku masuk ke pintu kecil yang agak gelap kalo pintunya ditutup. Sedikit creepy memang.
![]() |
| Lorong dibelakang pintu |
![]() |
| Tangga menuju ruang atas (klinik) |
![]() |
| Dari depan pintu, ada petugas yang akan mengurusi pendaftaran |
![]() |
| Foto dari ruang tunggu. Ruang tunggunya sendiri lupa nggak ke foto. |
Aku nyampe sana jam 11.30. Selama menunggu, diminta mengisi kartu pendaftaran. Karena masih ada waktu, aku menanyakan beberapa hal tentang promo yang belum jelas. Jadi FDC ini, selain mencamtumkan harga promo, juga memberikan promo tambahan bernama promo price amnesty. Harga bawaan promo meliputi voucher scaling sebesar 400rb, biaya cetak gigi, konsultasi dan biaya pemasangan itu sendiri. Voucher scaling diberikan pada saat setelah braces dipasangkan. Jadi tidak bisa langsung dipakai pada saat kita datang pertama kesitu untuk konsultasi. Ada tambahan diskon voucher all treatment senilai 500rb juga untuk jenis bahan Clarity. sama seperti voucher scaling, yang ini diberikan setelah pemasangan braces.
Promo yang tambahan yang kedua adalah promo price amnesty. Yaitu potongan 500rb jika kita membayar langsung seluruh biaya pada saat konsultasi awal ini. Misal, kamu pilih Purity Metal Braces seharga Rp 2.700.000,-. Kalau kamu datang untuk konsultasi dan membayar penuh, kamu hanya perlu bayar Rp 2.200.000,-. Dari situ kamu sudah dapat pemasangan braces atas bawah, konsultasi, dan cetak gigi. Nanti setelah braces kamu dipasang (Kan gak mungkin datang pertama langsung pasang ya, nanti aku bahas di bagian konsultasi), akan diberikan voucher scaling senilai Rp 400.000rb.
Untuk biaya scaling sendiri dibagi jadi 3 kelas, kelas I (Ringan) Rp 200.000,- , kelas II (Menengah) Rp 300.000,- dan kelas III (Berat) Rp 400.000,-
Untuk cabut gigi, berkisar dari Rp 250.000,- sampai Rp 500.000,-. Ini dokter yang menentukan.
Tapi, kabar baiknya, kalau kamu daftar jadi member (Rp 100.000), kamu bakal dapet diskon untuk biaya scaling atau cabut gigi sebesar 20%.
![]() |
| Promo Member get Member |
Bikin Member juga bisa dapet promo lagi loh. Huehehehehe. FDC emang pas buat para pecinta promo.
Jadi kalo kamu punya kenalan temen yang jadi member disitu, kamu cukup sebutin nama temen kamu itu pas kamu mau bikin member (bikinnya sekalian pas bayar mau pulang aja, jaga-jaga uang kamu kurang). Kamu bakal dapet voucher lagi 200rb untuk all treament. Temen kamu pun dapet vouche 100rb. Gimana? Kamu lebih untung, loh.
Terus-terus, kalo kamu nggak punya temen disitu, kamu bisa sebut namaku 3 kali ke mbak-mbak tadi itu.
![]() |
| Nomor Id punyaku |
![]() |
| Kalau kamu perlu nama lengkap dan no wa ku, kamu bisa email ke uly.mz92@gmail.com |
Jadi tambahan tiap orang berbeda. Aku gimana? Nanti dibawah aku rinci lagi biaya yang aku keluarkan untuk konsultasi awal ini.
5. Konsultasi dengan Dokter
Saat awal tanya ke admin, dokter disini sudah spesialis ortho atau belum, jawabnnya belum. Tapi belio bilang kalau dokternya sudah bersertifikasi ortho. Nggak ngerti juga maksudnya apa. Nyari-nyari di internet belum ketemu. Maksudnya mereka pernah mengikuti pelatihan atau apa, berapa lama, apa ada standar khusus, bedanya apa dengan yang benar-benar kuliah spesialis ortho...
Tidak terjawab. Akupun lupa tanya sama dokter. Oiya, kenalkan, dokter yang menanganiku adalah drg. Intan. (Yang begini boleh disebut nggak sih? CMIIW)
Dokter Intan ini masih muda belia, umurnya sekitar pertengahan 20-an. Seumuran lah. Humoris dan suka becanda. Sayangnya, saya keburu jiper liat alat-alat yang ada didalem ruangan. Ngebayangin gigi yang bakal di obrak-abrik pakai besi yang mengkilat-kilat itu, bikin gigi saya linu duluan. Dan nggak konsen sama becandaannya si dokter. Belum lagi kegalauan yang masih melanda tentang memilih braces itu tadi loh. Yup, sampe sekarang aja, sejujurnya masih bingung, sudah memilih yang tepat atau enggak.
Setelah memeriksa kasus ku, beliau menjelaskan prosedur pemasangan braces.
Setelah konsultasi awal, langsung cetak gigi - scaling - janjian ketemu lagi - pulang - rotgen - balik sesuai jadwal - pasang braces - kontrol tiap bulan - (kira-kira) setelah 3 kali kontrol baru bisa memutuskan untuk cabut gigi atau tidak - melanjutkan perawatan sampai gigi rapi seperti yang diharapkan - perawatan lagi (sekitar 6 bulan) - lepas braces - pakai retrainer (dengan jangka waktu pemakaian disesuaikan hasil akhir nantinya).
Setelah konsultasi awal, langsung cetak gigi - scaling - janjian ketemu lagi - pulang - rotgen - balik sesuai jadwal - pasang braces - kontrol tiap bulan - (kira-kira) setelah 3 kali kontrol baru bisa memutuskan untuk cabut gigi atau tidak - melanjutkan perawatan sampai gigi rapi seperti yang diharapkan - perawatan lagi (sekitar 6 bulan) - lepas braces - pakai retrainer (dengan jangka waktu pemakaian disesuaikan hasil akhir nantinya).
Proses panjang ini, kira-kira akan memakan waktu kurang lebih 3th. Ini baru prediksi awal dokter sebelum melihat hasil cetakan gigi dan hasil rontgen. Lanjut ke pemilihan braces, ya.
(Btw, draft tahun lalu tuh sampe sini. Udah seniat ini cuma nggak posting-posting karena dalam setahun terakhir banyak gonjang ganjing kehidupan yang berliku pula. Dari daftar kuliah, daftar beasiswa, tes CPNS, pindah kerja, lomba ini itu, daaaaaaannnn banyak. Kalau nggak males ntar cerita deh. Ini dunia pergigian aja masih panjang.)
6. Memilih Braces
Sebaiknya pas udah dateng emang udah punya niatan mau milih jenis apa. Jangan kayak aku, kasian dokternya jadi nungguin lama. Haha. Anyway, aku jadinya milih yang ceramic. Yup, yang warnanya kayak gigi itu looohhhhh!
Sebenernya, perbedaan dari jenis braces ini apa sih?
Hm. Ini adalah pertanyaan yang selalu aku dapetin kalo orang liat braces ku. Secara kan, jarang liat yang beginian. wkwkwk. (((shombong))).
Jawabannya adalah nilai ESTETIKA. Ya, cuman gitu doang. Nggak ada perbedaan yang gimana-gimana gitu. Lu pikir kalo pake yang shapire jadi bakal lebih cepet rapinya dari pada yang metal gitu? Nggaaa ~
Sama aje, bosque.
Dulu milih ini karena sebenernya nggak pede pake yang metal. Kan keliatan banget warna besinya. Mikirnya bakal pake dalam waktu lama, ya sekalian aja milih yang kalo dipake bagus. Apalagi kalo ntar merid. Resepsian. Ketemu banyak orang. Terus foto-foto juga. Nggak ketce ~
(Tapi ya nggak kawin-kawin sampe sekarang. huhu.)
Malu.
Serius. Udah tua gini masih aja behelan. Dan yang ceramic tuh baguuus. Bisa nggak keliatan lagi nggak pake braces. Apalagi yang saphire. Duh.
Ini adalah pengakuan jujur. Silakan dihujat. :(
Saran aing, kalo punya duit lebih sekalian ceramic aja, kalo pas-pasan atau juga kasusnya nggak parah, atau dikau masih remaja SMP dan SMA, pake metal aja. Kasian orangtuamu, nak. Kelak kau akan merasakan pedihnya bayar kontrol tiap bulan yang biayanya lebih mahalan ceramic dong dari pada metal. Nanti ku akan ceritakan apa yang kurasakan kini (setelah setahun pasang).
Kalo saphire gimana??
Ish. Kebanyakan duit lu?
Ya bagus-bagus aja, sih. Tapi menurut ku kalo kamu bukan artis instagram (wannabe), nggak perlu lah pake ini. Mending pake yang damon (atau apa ya namanya), yang doi tuh jangka waktu kontrolnya lama. Lebih praktis karena dia bisa lebih cepat merapikan gigi tanpa perlu kontrol tiap bulan.
Abis udah deal, scaling deh. Tadi diatas aku udah menyebutkan harganya.
7. Tips Scaling Murah Meriah
Scaling atau membersihkan karang gigi, disitu harganya kan segitu ya. Sebenernya bisa bisa diakalin kalau kamu scaling diluar. Scalingnya deket-deket jadwal ketemu dokternya itu. Sehari atau dua hari sebelum check up.
Tips Pertama: Pake BPJS
Udah pada punya BPJS kan?
Nah, itu tuh bisa buat scaling loh. 1 tahun kamu bisa free satu kali.
Tapi tergantung kasusnya juga. Kalo parah banget ya ndak usah marah-marah kalo dimintain tambahan biaya.
Tips Kedua: Scaling di Puskesmas
Aku sendiri belom pernah nyobain. Tapi temen kos yang ber-KTP Depok, rutin scaling di Puskesmas Depok tiap libur semester. Lupa harga pastinya berapa. Sekitar 50rb an kayaknya. Tapi udah pasti murah, kok.
Nah, kalo kamu tipikal anak anti Puskesmas (taulah, antrian di puskesmas kayak apa di jakarta), tips satu ini mungkin bisa membantu.
Tips Ketiga: Cari Voucher di Fave
Eh, udah pada tau Fave belum?
Anak voucher pasti udah kenal banget sama situs yang ini.
Tinggal buka web Fave atau kamu juga bisa langsung download di appstore handphone kamu. Cari promo scaling yang deket rumah. Kamu juga bisa langsung dapet potongan Rp 10.000,- langsung kalau daftar akunnya lewat sini.
Biasanya promo biaya scaling dibawah 100rb. Gimana? Join jadi anak voucher kah? wqwqwq. Welcome to the club, sis!
Setelah selesai deal ini itu, janjian lagi untuk pasang braces. Jangka waktunya nggak lama. Dulu aku seminggu. Tapi tergantung jadwal dokternya juga. "Mengingat ramainya pasien", begitu bunyi watsap yang selalu dikirimkan admin.
Nah, pas balik kedua itu, harus bawa hasil rotgen gigi.
Lanjut yuk! Masih shanggup kan, bacanya?
Eh,
Udahan dulu deh. Capek uga ngetik sambil menerawang masa lalu.
Lanjut part III, tentang rotgen gigi.
(sambil kucari-cari foto-fotonya. Semoga nggak ilang)
==============================
Postingan terkait Pengalaman Pasang Behel:
Part I - Persiapan
Part II - Konsultasi Awal
(Btw, draft tahun lalu tuh sampe sini. Udah seniat ini cuma nggak posting-posting karena dalam setahun terakhir banyak gonjang ganjing kehidupan yang berliku pula. Dari daftar kuliah, daftar beasiswa, tes CPNS, pindah kerja, lomba ini itu, daaaaaaannnn banyak. Kalau nggak males ntar cerita deh. Ini dunia pergigian aja masih panjang.)
6. Memilih Braces
Sebaiknya pas udah dateng emang udah punya niatan mau milih jenis apa. Jangan kayak aku, kasian dokternya jadi nungguin lama. Haha. Anyway, aku jadinya milih yang ceramic. Yup, yang warnanya kayak gigi itu looohhhhh!
Sebenernya, perbedaan dari jenis braces ini apa sih?
Hm. Ini adalah pertanyaan yang selalu aku dapetin kalo orang liat braces ku. Secara kan, jarang liat yang beginian. wkwkwk. (((shombong))).
Jawabannya adalah nilai ESTETIKA. Ya, cuman gitu doang. Nggak ada perbedaan yang gimana-gimana gitu. Lu pikir kalo pake yang shapire jadi bakal lebih cepet rapinya dari pada yang metal gitu? Nggaaa ~
Sama aje, bosque.
Dulu milih ini karena sebenernya nggak pede pake yang metal. Kan keliatan banget warna besinya. Mikirnya bakal pake dalam waktu lama, ya sekalian aja milih yang kalo dipake bagus. Apalagi kalo ntar merid. Resepsian. Ketemu banyak orang. Terus foto-foto juga. Nggak ketce ~
(Tapi ya nggak kawin-kawin sampe sekarang. huhu.)
Malu.
Serius. Udah tua gini masih aja behelan. Dan yang ceramic tuh baguuus. Bisa nggak keliatan lagi nggak pake braces. Apalagi yang saphire. Duh.
Ini adalah pengakuan jujur. Silakan dihujat. :(
Saran aing, kalo punya duit lebih sekalian ceramic aja, kalo pas-pasan atau juga kasusnya nggak parah, atau dikau masih remaja SMP dan SMA, pake metal aja. Kasian orangtuamu, nak. Kelak kau akan merasakan pedihnya bayar kontrol tiap bulan yang biayanya lebih mahalan ceramic dong dari pada metal. Nanti ku akan ceritakan apa yang kurasakan kini (setelah setahun pasang).
Kalo saphire gimana??
Ish. Kebanyakan duit lu?
Ya bagus-bagus aja, sih. Tapi menurut ku kalo kamu bukan artis instagram (wannabe), nggak perlu lah pake ini. Mending pake yang damon (atau apa ya namanya), yang doi tuh jangka waktu kontrolnya lama. Lebih praktis karena dia bisa lebih cepat merapikan gigi tanpa perlu kontrol tiap bulan.
Abis udah deal, scaling deh. Tadi diatas aku udah menyebutkan harganya.
7. Tips Scaling Murah Meriah
Scaling atau membersihkan karang gigi, disitu harganya kan segitu ya. Sebenernya bisa bisa diakalin kalau kamu scaling diluar. Scalingnya deket-deket jadwal ketemu dokternya itu. Sehari atau dua hari sebelum check up.
Tips Pertama: Pake BPJS
Udah pada punya BPJS kan?
Nah, itu tuh bisa buat scaling loh. 1 tahun kamu bisa free satu kali.
Tapi tergantung kasusnya juga. Kalo parah banget ya ndak usah marah-marah kalo dimintain tambahan biaya.
Tips Kedua: Scaling di Puskesmas
Aku sendiri belom pernah nyobain. Tapi temen kos yang ber-KTP Depok, rutin scaling di Puskesmas Depok tiap libur semester. Lupa harga pastinya berapa. Sekitar 50rb an kayaknya. Tapi udah pasti murah, kok.
Nah, kalo kamu tipikal anak anti Puskesmas (taulah, antrian di puskesmas kayak apa di jakarta), tips satu ini mungkin bisa membantu.
Tips Ketiga: Cari Voucher di Fave
Eh, udah pada tau Fave belum?
Anak voucher pasti udah kenal banget sama situs yang ini.
Tinggal buka web Fave atau kamu juga bisa langsung download di appstore handphone kamu. Cari promo scaling yang deket rumah. Kamu juga bisa langsung dapet potongan Rp 10.000,- langsung kalau daftar akunnya lewat sini.
Biasanya promo biaya scaling dibawah 100rb. Gimana? Join jadi anak voucher kah? wqwqwq. Welcome to the club, sis!
Setelah selesai deal ini itu, janjian lagi untuk pasang braces. Jangka waktunya nggak lama. Dulu aku seminggu. Tapi tergantung jadwal dokternya juga. "Mengingat ramainya pasien", begitu bunyi watsap yang selalu dikirimkan admin.
Nah, pas balik kedua itu, harus bawa hasil rotgen gigi.
Lanjut yuk! Masih shanggup kan, bacanya?
Eh,
Udahan dulu deh. Capek uga ngetik sambil menerawang masa lalu.
Lanjut part III, tentang rotgen gigi.
(sambil kucari-cari foto-fotonya. Semoga nggak ilang)
==============================
Postingan terkait Pengalaman Pasang Behel:
Part I - Persiapan
Part II - Konsultasi Awal
Postingan terkait Perjalanan Dunia Perbehelan








Hallo ka, mau tanya dong, kalo scallingnya mau di tmpat lain. Mending setelah cetak gigi apa sblm konsultasi pertama? Makasih
ReplyDeleteBantu jawab,
DeleteScaling itu baiknya sebelum cetak gigi karena kalo ada karang gigi hasil cetaknya ngga akurat seperti kondisi setelah karang gigi bersih apalagi kalo karang giginya agak parah
Mau tanya dong KK, ganti kawat tiap berapa bulan sekali kak. Masa kak aku baru kond7lkonskan disana katanya penggantian biasanya tiap bulan . Bayangin kak tiap bulan keluar 400rb + 50rb per bracket. Aku ga berantakan kak, cuma agak over bite Aja. Mau di mundurin
ReplyDeleteMasa sih kak? Mungkin dokternya dengernya ganti karet kali.
DeleteAku 3 bulanan sekali
Kak aku masih bingung deh ka.. Kan kalo kita konsultasi trus bayar langsung harganya 2,2 yg purity lalu dikasih voucher scaling 400rb. Tapi kk malah nyaranin untuk scaling ditempat lain yg lebih murah. Yg aku tangkep soalnya kalo dpt voucher scaling jadi scalingnya gratis di fdc. Apa 2,2 belom include scaling? Trus voucher nya buat apa dong ka?
ReplyDeleteHi ka, mau tanya, kalau mau lepas behel nya itu kena biaya brp ya ka?
ReplyDeleteHai... saya juga baru pasang nih di fdc. Tp setelah di rumah liat kwitansi.. ternyata bukan dokter orthodontist!! Hasil kamu gimana kak sampe sekarang? Saya jadi ragu..
ReplyDeletehalo ka, aku mau nanya kalo biaya scalling pada saat sudah pemasangan braces biayanya berapa ya?
ReplyDeleteWkwkwkwk "Saran Aing", edass lah si teteh
ReplyDelete